Banser Kudus Turun Tangan Bersihkan Panti Asuhan Darul Hadlonah Pascakebakaran


KUDUS, ansorkudus.or.id – Puluhan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kudus bersama sejumlah badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) bergotong royong membersihkan gedung serbaguna di kompleks Panti Asuhan Darul Hadlonah, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap panti asuhan yang terdampak kebakaran pada Selasa (6/10/2026).

Selain Banser, kegiatan sosial tersebut melibatkan anggota Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan Muslimat NU. Mereka bahu-membahu membersihkan area terdampak agar lingkungan panti asuhan dapat kembali pulih dan digunakan untuk beraktivitas.

Kesigapan para relawan membuat proses pembersihan berlangsung relatif lancar. Gotong royong ini sekaligus menjadi wujud solidaritas keluarga besar NU dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus, Arif Musta’in, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu membersihkan area terdampak kebakaran sekaligus mendukung pemulihan lingkungan panti asuhan.

"Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu membersihkan area terdampak kebakaran sekaligus mendukung pemulihan lingkungan panti asuhan agar dapat kembali digunakan untuk beraktivitas," ujarnya.

Sebelumnya, kebakaran melanda bagian lantai dua dan tiga bangunan di kompleks Panti Asuhan Darul Hadlonah pada Selasa (6/10/2026), sekitar pukul 11.00 WIB.

Api disertai kepulan asap diketahui muncul dari lantai tiga yang digunakan sebagai tempat tidur anak-anak panti. Asap kemudian membumbung dan terlihat dari sekitar lokasi kejadian.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga informasi ini disusun, nilai kerugian material belum dikonfirmasi.

Petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah unsur terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.

Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi kebakaran relatif sempit. Sementara itu, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. 

Aksi bersih-bersih yang dilakukan Banser dan badan otonom NU tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memulihkan kondisi bangunan dan lingkungan panti asuhan setelah kebakaran.

Kehadiran para relawan diharapkan dapat membantu meringankan beban pengelola panti sekaligus mempercepat proses pemulihan fasilitas yang terdampak.

Melalui semangat gotong royong, keluarga besar NU Kudus menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti pada saat musibah terjadi, tetapi juga berlanjut dalam proses pemulihan agar aktivitas panti asuhan dapat kembali berjalan. (*)